TERSANDUNG, NAMUN TETAP MELAJU
Di jalan panjang penuh debu waktu,
langkahku sempat goyah dan ragu.
Batu kecil menjelma penghalang,
membuatku jatuh tanpa pegangan.
Lututku luka, hati pun lelah,
seakan mimpi mulai menyerah.
Namun jauh di dalam relung jiwa,
ada nyala kecil yang tak pernah sirna.
Aku belajar dari setiap tersandung,
bahwa kuat tak selalu harus teguh berdiri tegak utuh.
Kadang rapuh adalah bagian perjalanan,
untuk mengerti arti sebuah keteguhan.
Angin mungkin tak selalu berpihak,
dan jalan tak selalu mudah dilangkah.
Namun aku memilih untuk terus berjalan,
meski perlahan, meski tertatih dalam tekanan.
Sebab tujuan tak akan mendekat,
jika langkah berhenti karena penat.
Dan aku bukan tentang jatuhku hari ini,
melainkan tentang bangkitku esok nanti.
Biarlah dunia melihat lukaku,
sebagai bukti bahwa aku pernah jatuh.
Namun lebih dari itu, biarlah mereka tahu
aku tetap melaju, meski tersandung pilu.

Penulis:
Dwi Nur Shifa (X-2)

