LANGKAH YANG TAK DIBUNGKAM

Di antara dinding yang pernah berkata “tidak,”

ia tumbuh dengan tekad yang tak retak.

Langkahnya kecil, namun penuh arti,

menapaki jalan yang dulu sunyi.

Buku di tangannya bukan sekadar lembaran,

melainkan kunci menuju masa depan.

Huruf-huruf yang ia pelajari dengan sabar,

adalah cahaya yang mulai menyebar.

Dunia pernah meragukan suaranya,

membatasi mimpi dan langkahnya,

namun ia tak gentar, tak menyerah,

meski jalan terasa lelah.

Ia belajar di sela waktu yang sempit,

menyusun harapan meski langit terasa sempit,

air mata jatuh, namun tak sia-sia,

karena di baliknya ada asa yang menyala.

Wahai perempuan, teruslah melangkah,

meski dunia kadang terasa mematahkan arah,

ingatlah, ilmu adalah kekuatan,

yang akan mengubah segala keterbatasan.

Seperti Raden Ajeng Kartini yang pernah bermimpi,

tentang perempuan yang bebas berdiri,

hari ini mimpi itu kita lanjutkan,

dengan keberanian dan keyakinan.

Pendidikan bukan sekadar hak,

tapi jembatan untuk melangkah lebih tegak,

untuk bersuara tanpa rasa takut,

dan menentukan jalan hidup dengan lutut yang tak lagi runtuh.

Langkahmu adalah perjuangan,

mimpimu adalah harapan,

dan setiap ilmu yang kau raih hari ini,

adalah kemenangan bagi masa depan nanti.

penulis:Mufaridatul Khoiriyah  (X-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *