ROMANSA AKSARA

Bukan sekadar Oktober, ini titik mula,

Bulan di mana kata menemukan suaranya!

Lupakan hening yang membuat jiwa terkunci,

Karena sekarang, ekspresi diri adalah kunci!

Kau pikir kata hanya hitam di atas putih?

Ia adalah nafas yang dihela perlahan, tanpa letih.

Getar hati yang tak tersampaikan lisan

Melodi yang bersemayam dalam diam

Lihatlah, pena ini gemetar, menanti aksimu

Menanti kisah yang kau pendam di sudut kalbu

Tempat rindu dan makna menemukan temu

Di setiap larik, terukir rahasia yang tak kan beku.

Rangkailah kata yang tulus dan mendalam

Tentang harapan yang mekar di tengah kegelapan malam

Biarkan diksi kita saling berpelukan, saling memuja Mencipta romansa aksara yang tak pernah binasa

penulis:

Siti Muzayana, S.Sos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *