PERSIAPAN RAMPUNG, MA AL QUDSIYAH AKAN GELAR SURVIVAL DI TEBING GUPIT DEMI WUJUDKAN KARAKTER MANDIRI DAN TANGGUH
Klotok – Sebagai bagian dari program pembelajaran luar kelas yang wajib setiap tahun, MA Al Qudsiyah akan menggelar kegiatan survival untuk siswa kelas 10 dan 11 pada tanggal 11 hingga 13 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini akan dilaksanakan di Wisata Tebing Gupit, Kecamatan Baureno, dengan harapan menumbuhkan sikap positif yang berguna bagi kehidupan siswa sehari-hari dan masa depan.
Menurut informasi yang diperoleh, tujuan utama dari kegiatan survival ini adalah untuk menumbuhkan serta mengimplementasikan sikap tanggung jawab, mandiri, peduli, dan tangguh pada siswa dalam menghadapi berbagai masalah atau situasi yang tidak bersahabat. Sebagai lembaga pendidikan menengah atas, MA Al Qudsiyah melihat pentingnya menggabungkan pembelajaran akademis dengan keterampilan praktis yang bisa membantu siswa menghadapi tantangan di luar ruang kelas.

(Doc. Persiapan Kegiatan Survival)
Selama tiga hari di lokasi, peserta akan diajarkan berbagai materi dan keterampilan penting yang terkait dengan survival. Di antaranya adalah teknik survival dan keselamatan dasar, navigasi tanpa bantuan GPS (menggunakan kompas dan bintang), serta manajemen risiko yang membantu siswa mengidentifikasi dan mengatasi bahaya di lingkungan alam. Semua materi akan diajarkan oleh instruktur yang berkwalifikasi untuk memastikan keakuratan dan keselamatan selama proses pembelajaran.
Sampai saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftar mencapai 53 orang, yang seluruhnya berasal dari kelas 10 dan 11. Tidak ada syarat khusus untuk mendaftar karena kegiatan ini merupakan program wajib yang sudah menjadi bagian dari kurikulum ekstrakurikuler tahunan di MA Al Qudsiyah. Hal ini bertujuan agar semua siswa mendapatkan kesempatan yang sama untuk mempelajari keterampilan survival yang berharga.
Wisata Tebing Gupit sendiri dipilih sebagai lokasi karena memiliki lingkungan alam yang cocok untuk mempraktikkan keterampilan survival, sekaligus memberikan pengalaman baru bagi siswa untuk terhubung dengan alam. Pihak sekolah juga telah melakukan pengecekan lokasi secara mendalam untuk memastikan kondisi tempat aman dan sesuai dengan tujuan kegiatan.

penulis:
Meyla Dinar Wulan Sari (XII-2)

