AWAL KALA: SAAT ASA MULAI DITENUN
Di awal kala,
saat waktu membuka lembar pertamanya,
kami berdiri dengan langkah sederhana
dan hati yang masih belajar percaya.
Harapan hadir sebagai benang-benang halus,
Tak selalu kuat,
Namun cukup untuk dirajut,
Oleh tangan yang mampu berjuang.
Tak semua tenunan lurus dan indah,
Ada simpul ragu,
Ada helai yang hampir terlepas.
Namun kami belajar,
Bahwa sabar adalah tangan paling kuat.
Ada letih yang terselip di sela-sela doa,
Ada jatuh yang mengajarkan bangkit.
Setiap simpul adalah pelajaran,
Setiap helai adalah keberanian.
Di bawah langit pagi yang jujur,
Asa mulai menemukan bentuknya,
Disulam oleh tekat,
Dikuatkan oleh keyakinan.
Maka diawal kala ini,
Kami melangkah meski perlahan,
Sebab kami tahu:
Selama harapan dirajut,
Masa depan akan menemukan jalannya.

penulis:
Dwi Nur Shifa (X-2)

