Koridor Asa

Dingin embun memeluk daun-daun jelita

Perlahan mentari pagi mulai menyapa

Deru motor menggemuruh

Pertanda pagi telah tiba.

Jalanan masih lengang

Kicau burung pun bersahutan

Ransel dipunggung, hati berdegup

Aku berjalan beriringan

Menyusuri koridor yang bergemuruh

Senyum merekah,

Menyambut wajah baru penuh gairah

Untuk mengukir sejarah

Mari menggenggam pena, raih cita-cita

Menjelajah potensi, melukis asa

Berprestasi yang mendunia.

Selamat datang para pencari jati diri

Tetapkan langkah dengan pasti

Untuk hari yang berdikari.

penulis:

Siti Muzayana, S.Sos

Guru Seni Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *