PENA YANG MEMBELAH CAKRAWALA

Di tangan yang menggenggam buku,

Dunia bukan lagi rahasia yang beku.

Bukan pedang yang mengukir sejarah baru,

Melainkan aksara yang mengeja rindu akan maju.

Pendidikan bukanlah dinding kelas yang kaku,

Ia adalah api yang membakar ragu.

Menghapus jelaga kebodohan yang menyiksa,

Menjadi kompas bagi jiwa yang sempat buta.

Senjata itu bernama ilmu.

Tak bersuara, namun mampu meruntuhkan belenggu.

Tak berdarah, namun sanggup memenangkan waktu.

Ia mengubah gubuk menjadi menara,

Dan mengubah keluh menjadi suara yang setara.

Jangan biarkan pelita ini redup tertiup angin,

Karena di setiap lembar halaman yang kau jalin, Ada dunia yang sedang menunggu untuk kau lukis kembali

penulis:

Galih Setyo Wibowo (XI-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *