Day One Masuk Sekolah Impianku
Pagi itu, suara alarm yang berisik membangunkan Ghea. Dengan rasa malas, ia meraba-raba untuk mematikannya, lalu perlahan membuka matanya yang masih diselimuti kantuk. Hari ini adalah hari pertamanya bersekolah di MA Al Qudsiyah — sekolah impiannya sejak kecil. Sebuah sekolah yang terkenal dengan kualitas pendidikan dan prestasi siswa-siswinya yang membanggakan.
Mentari pagi menyinari wajah Ghea yang tampak berseri. Ia mengenakan seragam putih abu-abu yang rapi dan terlihat cantik. Jantungnya berdebar, campuran antara gugup dan bahagia. Dengan semangat dan penuh kebanggaan, ia melangkah keluar rumah.
Sepanjang perjalanan, Ghea terus tersenyum membayangkan serunya hari ini. Ia membayangkan saat-saat berkenalan dan berdiskusi dengan teman-teman baru, berjalan bersama menjelajahi lingkungan sekolah, bercanda dan tertawa bersama. Semua bayangan itu terasa semakin nyata saat ia melewati gerbang sekolah.
Hari pertamanya berjalan dengan lancar. Ghea merasa mudah beradaptasi. Ia berkenalan dengan beberapa teman sekelas yang ramah dan menyenangkan. Para guru pun tampak hangat, berpengalaman, dan berdedikasi. Rasa bangga memenuhi hatinya. Ghea merasa bahwa inilah tempat yang tepat untuknya belajar, bertumbuh, dan meraih cita-citanya.
Siang harinya, Ghea pulang dengan perasaan bahagia dan bangga karena telah diterima di MA Al Qudsiyah. Sejak hari itu, ia berjanji pada dirinya sendiri untuk belajar dengan giat dan bersungguh-sungguh. Ia ingin berprestasi dan membuat orang tuanya bangga. Ghea tahu perjalanannya masih panjang, tapi ia siap menjalaninya dengan semangat dan tekad yang kuat.
Hari ini akan selalu ia ingat. Hari ketika mimpinya menjadi nyata. Hari di mana ia merasa benar-benar bahagia dan bangga telah berhasil masuk ke sekolah impiannya.

penulis:
Meyla Dinar Wulan Sari
(Kelas XII-2)

