ARSITEK JIWA DI UJUNG PENA

Di tanganmu pena tak sekadar alat tulis

Namun pahat yang mengukir di lembar hati.

Kau adalah arsitek yang merancang tanpa batas,

Membangun fondasi dari pondok sunyi.

Bukan gedung tinggi yang kau ukur dengan cermat,

Namun karakter lugu, agar kelak bermartabat.

Dengan tinta kesabaran dan kebijaksanaan,

Kau goreskan garis-garis pemahaman.

Setiap titik adalah nilai, setiap lekuk adalah iman,

Mengubah kertas kosong menjadi peta harapan.

Ujung penamu tak pernah lelah menuntun,

Menciptakan ruang bagi mimpi yang bertun.

Kau tegakkan pilar kejujuran yang kokoh,

Jendela ilmu kau buka agar jiwa tak roboh.

Setiap diksi menjadi cetakan yang sungguh,

Membentuk mental pejuang yang takkan mengeluh.

Engkau merangkai moral, etika, dan logika,

Menjadi konstruksi diri yang tak mudah terluka.

Karya terbesarmu bukan gambar di kertas,

Tapi generasi yang tumbuh tegak dan cerdas.

Jejak penamu abadi, tak lekang waktu dan batas,

Mencipta pemimpin dengan integritas yang jelas.

Terima kasih, Arsitek Jiwa di ujung pena, Karena kau, masa depan bangsa menemukan makna

penulis: Dwi Nur Shifa (X-2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *