SISWI MA AL QUDSIYAH RAIH JUARA 2 ESAI JAMBORE KEMENAG TUBAN
TUBAN – Semangat literasi dan moderasi beragama membara di Kabupaten Tuban. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban sukses menyelenggarakan Jambore Literasi dan Moderasi Beragama yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 14 – 15 Februari 2026. Kegiatan yang dikonsep dalam bentuk perkemahan edukatif ini menjadi momentum krusial bagi penguatan karakter siswa di Bumi Wali.
Meski berjalan sukses, persiapan panitia sempat diwarnai dinamika perubahan yang signifikan. Tepat dua hari menjelang pelaksanaan (H-2), panitia memutuskan untuk mengubah tema utama kegiatan. Dari yang semula bertajuk “Delapan Puluh Tahun Mengabdi, Cerdas Literasi Santun Beragama”, secara resmi bertransformasi menjadi: “Membangun Literasi dan Harmoni Sosial pada Generasi Muda”.
Perubahan mendadak ini menandai pergeseran arah kegiatan untuk lebih menonjolkan semangat kerukunan sosial, khususnya bagi kalangan milenial serta Gen Z yang menjadi sasaran utama dalam perhelatan jambore tahun ini.

Suasana perkemahan semakin semarak dengan berbagai kompetisi literasi berjenjang, mulai dari lomba cipta puisi untuk tingkat SD/MI, kreativitas menulis cerita pendek (cerpen) bagi jenjang SMP/MTs, hingga tantangan esai kritis yang menuntut kedalaman analisis bagi siswa SMA/MA. Teknis perlombaan untuk jenjang SMA/MA ini pun disusun sangat ketat, di mana para peserta diwajibkan menyusun kerangka esai terlebih dahulu sebelum akhirnya diseleksi menjadi enam besar nominasi terbaik.
Namun, rencana presentasi tatap muka harus dibatalkan akibat hujan deras di lokasi perkemahan. Demi keamanan peserta, dewan juri mengalihkan penilaian sepenuhnya pada kualitas naskah yang telah dikirimkan, dengan tetap menjaga objektivitas terhadap orisinalitas dan kekuatan argumen setiap karya.
Di tengah ketatnya persaingan antar madrasah dan sekolah menengah se-Kabupaten Tuban, MA Al Qudsiyah berhasil mencatatkan prestasi membanggakan. Melalui siswi berbakatnya, Almira Septya Fitriani dari kelas X-1, MA Al Qudsiyah sukses menyabet gelar Juara Kedua dalam cabang lomba esai tersebut.
Karya Almira yang berjudul “Peran Lingkungan Pendidikan dalam Membangun Literasi dan Harmoni Sosial Remaja” berhasil memikat hati dewan juri. Dalam esainya, ia membedah secara kritis bahwa institusi pendidikan memiliki tanggung jawab besar bukan sekadar sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai laboratorium sosial.

”Kemenangan ini adalah buah dari pemikiran kritis Almira mengenai pentingnya ekosistem madrasah dalam membentuk karakter remaja,” ungkap salah satu guru pendamping dari MA Al Qudsiyah dengan penuh rasa syukur.
Almira menekankan peran strategis sekolah dalam menyemai literasi dan keharmonisan di tengah keberagaman remaja. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kendala cuaca tak menghalangi kualitas intelektual siswi MA Al Qudsiyah untuk tetap bersinar di tingkat kabupaten.
Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, literasi adalah kunci merawat harmoni di lingkungan madrasah.
Penulis: Tim Redaksi

