MA AL QUDSIYAH DELEGASIKAN SISWA KE JAMBORE LITERASI DAN MODERASI BERAGAMA

Klotok – Menanggapi tantangan disrupsi informasi di era digital, MA Al Qudsiyah resmi memberangkatkan sejumlah siswa terpilih untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi Jambore Literasi dan Moderasi Beragama. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban ini dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu, 14-15 Februari 2026, bertempat di kawasan asri Mangrove Center Jenu, Tuban.
​Pelepasan delegasi ini menandai komitmen madrasah dalam mendukung program penguatan karakter siswa, khususnya dalam aspek berpikir kritis dan bersikap toleran.
​Salah satu agenda utama yang menjadi sorotan dalam jambore ini adalah Lomba Literasi Esai. Melalui ajang ini, peserta dari MA Al Qudsiyah ditantang untuk menuangkan pemikiran kreatif mereka mengenai upaya membangun literasi dan harmoni kehidupan sosial di kalangan generasi muda, yang disajikan dalam bentuk tulisan yang sistematis, mendalam, dan solutif.


​Kompetisi ini dirancang untuk menguji ketajaman analisis siswa terhadap berbagai fenomena sosial sekaligus mengasah keterampilan mereka dalam menulis secara kreatif dan argumentatif. Melalui ajang ini, diharapkan rasa percaya diri siswa dapat terbangun dengan kuat sebagai modal utama untuk bersaing di tingkat kabupaten.
​Selain berkompetisi, para peserta juga mendapatkan serangkaian materi eksklusif yang disampaikan oleh para pakar di bidangnya. Materi tersebut mencakup teknik literasi media untuk menangkal hoax serta pendalaman konsep Moderasi Beragama.
​Pemilihan Mangrove Center Jenu sebagai lokasi kegiatan memberikan nuansa belajar yang berbeda. Suasana alam terbuka diharapkan mampu membangkitkan inspirasi dan semangat para siswa dalam menyerap nilai-nilai moderasi yang inklusif dan damai.
​Waka Kesiswaan MA Al Qudsiyah menyampaikan bahwa keikutsertaan ini adalah langkah strategis bagi madrasah. Di zaman yang serba digital, penguasaan literasi bukan lagi sekadar hobi, melainkan kebutuhan dasar agar siswa tidak tersesat dalam arus informasi yang masif.


​”Kami ingin siswa MA Al Qudsiyah tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga produser gagasan yang menyejukkan. Melalui literasi yang baik dan pemahaman moderasi yang kuat, mereka akan menjadi duta harmoni baik di dunia nyata maupun di media sosial,” pungkasnya.
​Dengan semangat yang membara, delegasi MA Al Qudsiyah diharapkan mampu membawa pulang prestasi sekaligus pengalaman berharga yang dapat dibagikan kepada rekan-rekan mereka di lingkungan madrasah.


​”Pendidikan sejati adalah yang mampu menumbuhkan akar moderasi yang kuat agar siswa tak goyah oleh hoaks, sekaligus memberikan sayap literasi yang lebar agar mereka mampu terbang membawa solusi. Karena pada akhirnya, harmoni kehidupan sosial di masa depan berada di tangan generasi yang cerdas dalam berpikir dan bijak dalam bertutur.”

Penulis : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *